Senin - Jum'at: 08.00 - 16.30
082146134846
admin@intansafetyk3.com

Layanan Pelatihan & Sertifikasi Intan Safety

Operator Forklift PPSDM
Offline PPSDM Migas

Operator Forklift PPSDM

3 Hari

Operator Forklift di industri migas berperan penting dalam mendukung kelancaran distribusi material, peralatan, dan logistik yang diperlukan dalam kegiatan operasional, baik di area gudang, pelabuhan, maupun lapangan kerja. Pekerjaan ini menuntut keterampilan teknis dalam mengoperasikan forklift dengan aman, memahami kapasitas angkat, serta menerapkan prosedur keselamatan untuk mencegah kecelakaan kerja maupun kerusakan barang. Di sektor migas yang memiliki standar keselamatan tinggi, kelalaian dalam pengoperasian forklift dapat menimbulkan risiko serius bagi pekerja, kerugian material, serta gangguan pada rantai pasok operasional. Oleh karena itu, sertifikasi Operator Forklift menjadi penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja memiliki kompetensi, disiplin kerja, serta kepatuhan terhadap regulasi K3, sehingga mampu menjalankan tugas dengan aman, efisien, dan sesuai standar industri migas.

Lihat Detail Kelas
Operator Crane Jembatan (Overhead Crane) A,B,C
Offline PPSDM Migas

Operator Crane Jembatan (Overhead Crane) A,B,C

3 Hari

Operator Jembatan (Overhead Crane) di industri migas berperan penting dalam melakukan pengangkatan dan pemindahan material atau peralatan berat di area kerja seperti gudang, bengkel pemeliharaan, maupun fasilitas produksi. Pengoperasian overhead crane membutuhkan keterampilan teknis tinggi, ketelitian, serta kepatuhan pada prosedur keselamatan, karena kesalahan sekecil apa pun dapat menimbulkan kecelakaan kerja, kerusakan material bernilai tinggi, hingga terhentinya proses produksi Terdapat 3 Level dalam skema Operator Kran Jembatan, diantaranya : • Operator Kran Jembatan A (KJA): s/d 20 ton • Operator Kran Jembatan B (KJB) : 20 s/d 50 ton • Operator Kran Jembatan C (KJC) : > 50 ton Mengingat industri migas memiliki standar operasional dan keselamatan yang sangat ketat, kompetensi operator menjadi faktor utama dalam menjamin kelancaran dan keamanan operasional. Oleh karena itu, sertifikasi skema ini menjadi penting untuk memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan teknis, pemahaman regulasi, serta keterampilan praktik sesuai standar, sehingga dapat mendukung kegiatan pengangkatan yang aman, efisien, dan andal di industri migas.

Lihat Detail Kelas
Operator Crane Putar Tetap (Pedestal Crane) A,B,C
Offline PPSDM Migas

Operator Crane Putar Tetap (Pedestal Crane) A,B,C

3 Hari

Operator Crane Putar Tetap (Pedestal Crane) di industri migas memiliki peran vital dalam mengoperasikan crane yang terpasang permanen pada rig, platform lepas pantai, maupun fasilitas darat untuk kegiatan bongkar muat peralatan, material, dan logistik operasional. Terdapat 3 Level dalam skema Operator Kran Putar Tetap, diantaranya : • Operator Kran Putar Tetap A (KPTA): s/d 35 ton • Operator Kran Putar Tetap B (KPTB) : 35 s/d 70 ton • Operator Kran Putar Tetap C (KPTC) : > 70 ton Pengoperasian pedestal crane membutuhkan keahlian khusus karena dilakukan pada area dengan keterbatasan ruang, kondisi lingkungan ekstrem, serta risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja dan integritas peralatan. Kesalahan dalam pengoperasian dapat mengakibatkan kecelakaan kerja, dan kerusakan fasilitas. Oleh karena itu, sertifikasi ini sangat penting untuk memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi teknis, pemahaman prosedur keselamatan, dan keterampilan praktik yang sesuai standar, sehingga mampu mendukung operasi pengangkatan yang aman, efisien, dan andal di industri migas.

Lihat Detail Kelas
Operator Crane Mobil (Mobile Crane) Level A,B,C
Offline PPSDM Migas

Operator Crane Mobil (Mobile Crane) Level A,B,C

3 Hari

Operator Crane Mobil (Mobile Crane) di industri migas memiliki tanggung jawab besar dalam mengoperasikan alat angkat yang digunakan untuk memindahkan, mengangkat, dan menempatkan beban berat dengan tingkat risiko tinggi. Pekerjaan ini menuntut keterampilan teknis, pemahaman mekanisme crane, serta kepatuhan pada prosedur keselamatan kerja, mengingat kesalahan sekecil apa pun dapat menyebabkan kecelakaan fatal, kerusakan peralatan, atau gangguan operasional. Terdapat 3 Level dalam skema Operator Kran Mobil, diantaranya : • Operator Kran Mobil A (KMA): s/d 35 ton • Operator Kran Mobil B (KMB) : 35 s/d 70 ton • Operator Kran Mobil C (KMC) : > 70 ton Di lingkungan migas yang sarat aktivitas konstruksi, pemeliharaan, dan operasi dengan standar keselamatan ketat, peran operator crane sangat menentukan kelancaran dan keamanan pekerjaan. Oleh karena itu, sertifikasi skema ini menjadi penting untuk memastikan bahwa personel memiliki kompetensi, pengetahuan regulasi, dan keterampilan praktik sesuai standar, sehingga mampu menjamin keselamatan, efisiensi, dan keandalan dalam setiap operasi pengangkatan di industri migas.

Lihat Detail Kelas
Teknisi Operasi CDU
Offline PPSDM Migas

Teknisi Operasi CDU

3 Hari

Teknisi Operasi Crude Distilling Unit (CDU) di industri migas memiliki peran penting dalam mengoperasikan dan mengendalikan unit penyulingan minyak mentah yang menjadi tahap awal proses pengolahan minyak bumi. Tugas ini meliputi pemantauan parameter operasi, pengaturan peralatan proses, pengendalian kualitas produk fraksi, serta penanganan potensi gangguan operasi untuk menjaga kelancaran produksi. Mengingat CDU merupakan unit kritis dengan risiko tinggi terkait keselamatan, kualitas produk, dan efisiensi energi, kesalahan dalam pengoperasiannya dapat menimbulkan kerugian finansial besar, pencemaran lingkungan, hingga kecelakaan kerja. Oleh karena itu, sertifikasi Teknisi Operasi Crude Distilling Unit menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja memiliki kompetensi teknis, pemahaman prosedur keselamatan, serta keterampilan operasional sesuai standar industri migas, sehingga mendukung kelancaran, keamanan, dan keberlanjutan operasi kilang.

Lihat Detail Kelas
Wellsite Geologist
Offline PPSDM Migas

Wellsite Geologist

3 Hari

Wellsite Geologist di industri migas bertanggung jawab mengawasi dan menganalisis data geologi secara langsung di lokasi pengeboran untuk memastikan proses pemboran berjalan sesuai target formasi dan spesifikasi teknis. Peran ini mencakup melakukan analisa contoh (sample) batuan dan gas, memberi informasi kemungkinan adanya bahaya selama proses pemboran, melakukan korelasi, membuat laporan, serta memberikan rekomendasi teknis kepada tim pengeboran untuk mengoptimalkan penemuan hidrokarbon dan menghindari risiko seperti pengeboran melewati zona target atau terjadinya kick. Mengingat keputusan yang diambil Wellsite Geologist berdampak langsung pada keselamatan operasi, efisiensi biaya, dan keberhasilan eksplorasi, kesalahan analisis dapat menimbulkan kerugian signifikan dan risiko keselamatan. Oleh karena itu, sertifikasi Wellsite Geologist menjadi penting untuk memastikan kompetensi teknis, ketepatan analisis, dan pemahaman mendalam terhadap prosedur operasional dan keselamatan, sehingga mendukung keberhasilan dan keamanan operasi pengeboran di industri migas.

Lihat Detail Kelas
Pressure Engineer
Offline PPSDM Migas

Pressure Engineer

3 Hari

Pressure Engineer di industri migas memegang tanggung jawab vital dalam melakukan kalibrasi sensor dan alat ukur di mud logging unit, melakukan analisa sensor dan alat ukur di mud logging unit, membuat pressure log dan drilling log, membuat laporan peralatan bertekanan seperti bejana tekan, pipa bertekanan, boiler, serta sistem perpipaan yang digunakan dalam proses produksi, transportasi, dan penyimpanan fluida. Pekerjaan ini menuntut kepatuhan ketat terhadap standar keselamatan, regulasi teknis, dan persyaratan industri, mengingat kegagalan pada peralatan bertekanan dapat menyebabkan kecelakaan serius, ledakan, atau kerugian operasional yang signifikan. Pressure Engineer juga berperan dalam analisis risiko, perencanaan inspeksi, serta implementasi prosedur perawatan untuk meminimalkan potensi kegagalan. Oleh karena itu, sertifikasi Pressure Engineer menjadi sangat penting untuk memastikan kompetensi teknis, pengetahuan regulasi, dan kemampuan rekayasa yang memadai, sehingga dapat menjamin keselamatan, keandalan, dan efisiensi operasi di industri migas.

Lihat Detail Kelas
Mud Logger
Offline PPSDM Migas

Mud Logger

3 Hari

Mud Logger di industri migas memiliki peran krusial dalam memantau, mencatat, dan menganalisis data pengeboran secara real-time, khususnya terkait sifat fisik dan kimia lumpur bor serta potongan formasi batuan (cuttings) yang dihasilkan. Informasi yang dikumpulkan oleh Mud Logger menjadi dasar penting bagi tim pengeboran dan geologi untuk mengambil keputusan operasional, mengidentifikasi potensi hidrokarbon, serta mendeteksi kondisi berisiko seperti kick atau blowout. Di sektor migas yang beroperasi dengan risiko tinggi dan biaya besar, kesalahan dalam pencatatan atau interpretasi data dapat berakibat pada kerugian finansial, kerusakan peralatan, bahkan ancaman keselamatan pekerja. Oleh karena itu, sertifikasi Mud Logger menjadi penting untuk memastikan bahwa personel memiliki kompetensi teknis, ketelitian, serta pemahaman mendalam terhadap prosedur pemantauan pengeboran, sehingga dapat mendukung operasi yang aman, efisien, dan sesuai standar industri migas.

Lihat Detail Kelas
Inspektur Scaffolding
Offline PPSDM Migas

Inspektur Scaffolding

3 Hari

Inspektur Scaffolding bertanggung jawab memastikan bahwa struktur perancah (scaffolding) yang digunakan dalam kegiatan konstruksi, pemeliharaan, atau pekerjaan ketinggian lainnya telah memenuhi standar keselamatan kerja, kekuatan struktural, dan kelayakan operasional sesuai dengan regulasi dan standar teknis yang berlaku. Mengingat tingginya risiko kecelakaan akibat kegagalan perancah, seperti runtuhnya struktur atau terpeleset dari ketinggian, seorang Inspektur Scaffolding dituntut memiliki kompetensi teknis yang mendalam, pemahaman terhadap standar keselamatan kerja, serta integritas dalam mengevaluasi dan merekomendasikan kelayakan penggunaan scaffolding. Sertifikasi Inspektur Scaffolding penting dilakukan untuk memastikan bahwa personel yang melakukan inspeksi memiliki kualifikasi dan kapabilitas sesuai standar yang ditetapkan. Sertifikasi ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencegahan kecelakaan kerja dan peningkatan budaya keselamatan di lingkungan proyek.

Lihat Detail Kelas