Senin - Jum'at: 08.00 - 16.30
082146134846
admin@intansafetyk3.com

Non Sertifikasi

Design and Troubleshooting Industrial Pneumatics
Offline Non Sertifikasi

Design and Troubleshooting Industrial Pneumatics

3 Hari

Sistem pneumatik merupakan salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam industri manufaktur, otomasi, dan pemrosesan material. Pemahaman yang baik tentang desain dan troubleshooting sistem pneumatik sangat penting untuk memastikan efisiensi operasional, mengurangi downtime, dan meningkatkan produktivitas. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dalam merancang, mengoperasikan, serta menangani permasalahan pada sistem pneumatik secara efektif.

Lihat Detail Kelas
Customer Relationship Management with Looker Studio
Offline Non Sertifikasi

Customer Relationship Management with Looker Studio

3 Hari

Dalam era digital saat ini, data menjadi aset penting untuk memahami perilaku dan kebutuhan pelanggan. Customer Relationship Management (CRM) adalah strategi kunci bagi bisnis untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, meningkatkan kepuasan, dan mendorong loyalitas. Namun, tanpa analisis data yang efektif, informasi dari CRM tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Di sinilah peran tools seperti Looker Studio menjadi vital, karena memungkinkan visualisasi data yang interaktif dan mudah dipahami, sehingga membantu tim mengambil keputusan berbasis data. Looker Studio, sebagai platform visualisasi data dari Google, menawarkan kemudahan dalam mengintegrasikan berbagai sumber data dan membuat dashboard yang dinamis. Dengan menggunakan Looker Studio, bisnis dapat memantau metrik CRM seperti retensi pelanggan, tingkat konversi, dan kepuasan pelanggan secara real-time. Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta menguasai penggunaan Looker Studio dalam menganalisis data CRM, sehingga mereka dapat mengoptimalkan strategi bisnis dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan secara efektif.

Lihat Detail Kelas
Awareness SMAP ICM X SOFTSKILL IHT
Offline Non Sertifikasi

Awareness SMAP ICM X SOFTSKILL IHT

3 Hari

Sistem Manajemen Anti Penyuapan (Anti-Bribery Management System) adalah pendekatan terstruktur untuk mencegah, mendeteksi, dan mengatasi praktik penyuapan dalam organisasi. Penyuapan mencakup pemberian atau penerimaan sesuatu yang bernilai untuk memengaruhi keputusan seseorang dalam posisi kepercayaan. Mirip dengan Sistem Manajemen Mutu atau Lingkungan, sistem ini berfokus pada pencegahan penyuapan dengan melibatkan komitmen dari seluruh organisasi, terutama manajemen puncak, agar praktik anti-penyuapan diterapkan secara konsisten di semua tingkatan.

Lihat Detail Kelas
Accounting Control - Practice and Tricks
Offline Non Sertifikasi

Accounting Control - Practice and Tricks

3 Hari

Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks, pengendalian akuntansi (accounting control) menjadi elemen krusial untuk memastikan keakuratan laporan keuangan, mencegah kecurangan, serta meningkatkan efisiensi operasional. Banyak perusahaan menghadapi tantangan dalam menjaga integritas sistem akuntansi mereka, terutama dalam menghadapi risiko kesalahan pencatatan, manipulasi data, dan kurangnya pengawasan terhadap transaksi keuangan. Training "Accounting Control – Practice and Tricks" dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai praktik terbaik dalam pengendalian akuntansi, serta trik-trik praktis yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses pencatatan serta pelaporan keuangan. Dengan menguasai teknik pengendalian akuntansi yang tepat, para profesional keuangan dapat membantu perusahaan dalam menjaga kepatuhan terhadap standar akuntansi, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan.

Lihat Detail Kelas
Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
Offline Non Sertifikasi

Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)

3 Hari

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan pendekatan terstruktur untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, yang dirancang guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. DiIndonesia, penerapan SMK3 diatur secara hukum melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012, yang menetapkan pedoman teknis penerapan Sistem Manajemen K3 di perusahaan atau tempat kerja dengan tujuan untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta menciptakan budaya K3 yang positif. PP No. 50 Tahun 2012 mewajibkan perusahaan dengan jumlah pekerja minimal 100 orang atau memiliki tingkat potensi bahaya tinggi untuk menerapkan SMK3. Sistem ini menekankan pentingnya keterlibatan manajemen puncak, identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko, perencanaan pengendalian, serta pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Penerapan SMK3 tidak hanya berfungsi untuk memenuhi aspek kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, tetapi juga menjadi alat strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi potensi kerugian akibat kecelakaan, dan memperkuat perlindungan terhadap aset terpenting perusahaan, yaitu tenaga kerjanya. Melalui pelatihan SMK3 ini diharapkan menjadi sebuah langkah strategis dan proaktif untuk menciptakan tempat kerja yang lebih aman dan berkelanjutan. Implementasi SMK3 secara sistematis akan memperkuat budaya K3 di dalam organisasi, menurunkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta menunjukkan komitmen nyata perusahaan terhadap perlindungan tenaga kerja dan pembangunan industri yang bertanggung jawab secara sosial.

Lihat Detail Kelas
Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S Hazard Management (Eng Version)
Offline Non Sertifikasi

Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S Hazard Management (Eng Version)

3 Hari

Hydrogen sulfide gas (H₂S) is a hazardous substance commonly found in various industries, especially those related to oil, gas, and mining. Exposure to this gas can cause serious health effects, including respiratory irritation, nervous system damage, and even death at high concentrations. Given the toxic nature of H₂S and the fact that it can only be detected by the sense of smell at low concentrations, it is essential for every company to have proper handling procedures and personnel trained to manage the potential risks it poses. In this context, technical training on H₂S hazard awareness and response becomes highly important. This training is designed to provide participants with the fundamental knowledge and practical skills needed to identify, manage, and respond to hazardous situations involving H₂S gas. The program covers the characteristics and dangers of H₂S, emergency response procedures, correct use of personal protective equipment (PPE), and safe evacuation practices. By participating in this training, workers and safety teams are better equipped to handle H₂S-related risks, helping to reduce the likelihood of accidents and improve overall workplace safety. This type of training not only enhances operational readiness but also reflects a company’s commitment to ensuring a safe and healthy working environment for all employees. It serves as a proactive step toward minimizing hazards and protecting the well-being of the workforce.

Lihat Detail Kelas
Pelatihan Dasar Hidrogen Sulfida (H2S)
Offline Non Sertifikasi

Pelatihan Dasar Hidrogen Sulfida (H2S)

3 Hari

Gas Hidrogen Sulfida (H2S) adalah zat berbahaya yang sering ditemukan dalam berbagai industri, terutama yang berhubungan dengan minyak, gas, dan pertambangan. Paparan gas ini dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius, termasuk iritasi saluran pernapasan, kerusakan sistem saraf, dan bahkan kematian dalam konsentrasi tinggi. Mengingat sifat gas H2S yang beracun dan mudah terdeteksi oleh indra penciuman hanya pada konsentrasi rendah, penting bagi setiap perusahaan untuk memiliki pengetahuan penanganan yang tepat dan personel yang terlatih dalam menghadapi potensi risiko yang ditimbulkan. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan tentang sifat dan bahaya gas tersebut, tetapi juga teknik-teknik penanganan darurat, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur evakuasi yang aman. Penerapan pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di tempat kerja. Dengan memiliki petugas yang terlatih, perusahaan tidak hanya mematuhi regulasi keselamatan yang berlaku, tetapi juga menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan. Dengan demikian, pelatihan Dasar H2S menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan melindungi keselamatan seluruh tenaga kerja.

Lihat Detail Kelas
Server Virtualization with Windows Server Hyper-V and System Center
Offline Non Sertifikasi

Server Virtualization with Windows Server Hyper-V and System Center

3 Hari

Pelatihan "Server Virtualization with Windows Server Hyper-V® and System Center" dirancang untuk membekali profesional IT dengan keterampilan teknis dalam membangun dan mengelola infrastruktur virtualisasi modern menggunakan teknologi Microsoft. Pelatihan ini mencakup implementasi Hyper-V sebagai platform virtualisasi inti dan pemanfaatan System Center Virtual Machine Manager (SCVMM) untuk manajemen terpusat mesin virtual, jaringan, dan penyimpanan. Program ini merupakan versi pelatihan resmi Microsoft (MOC 20409B) yang masih relevan di industri. Pelatihan ini penting diikuti karena virtualisasi server merupakan fondasi utama bagi infrastruktur TI modern, termasuk cloud dan hybrid cloud. Kemampuan untuk mengelola lingkungan virtual yang efisien, aman, dan mudah dikembangkan sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin meningkatkan skalabilitas dan efisiensi biaya TI. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta dapat meningkatkan daya saing profesional mereka, memahami praktik terbaik virtualisasi Microsoft, dan mempersiapkan diri untuk peran seperti system administrator, server engineer, atau cloud specialist. Pelatihan ini juga menjadi landasan yang kuat bagi mereka yang berencana beralih ke solusi cloud Microsoft Azure atau hybrid environments.

Lihat Detail Kelas
Keanekaragaman Hayati
Offline Non Sertifikasi

Keanekaragaman Hayati

3 Hari

Keanekaragaman hayati (Kehati) mencakup keragaman tanaman, hewan, dan variasi genetik yang membentuk ekosistem darat, perairan, dan laut. Aktivitas pembangunan, khususnya oleh sektor industri seperti pertambangan, sering memberikan tekanan serius terhadap Kehati melalui kerusakan ekosistem dan penurunan populasi spesies. Menyikapi ancaman ini, dunia internasional telah menetapkan berbagai konvensi seperti Protokol Cartagena dan CITES, sementara Pemerintah Indonesia meratifikasi Konvensi PBB tentang Kehati melalui UU No. 5 Tahun 1994 serta menerbitkan sejumlah regulasi nasional. Upaya konservasi dan restorasi secara insitu maupun eksitu menjadi bagian dari strategi nasional dan korporasi untuk menjaga stabilitas lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Pelatihan Keanekaragaman Hayati sangat penting untuk membekali pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memahami prinsip-prinsip konservasi dan integrasi Kehati ke dalam Sistem Manajemen Lingkungan, seperti ISO 14001 dan PROPER. Pelatihan ini mendukung penyusunan rencana strategis, pemantauan, serta evaluasi berbasis PDCA (Plan-Do-Check-Act) agar konservasi Kehati berjalan efektif dan berdampak nyata. Selain pemenuhan regulasi, penguatan kapasitas SDM di bidang Kehati juga penting untuk menjaga daya dukung lingkungan dan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara ekologis.

Lihat Detail Kelas