Senin - Jum'at: 08.00 - 16.30
082146134846
admin@intansafetyk3.com

Layanan Pelatihan & Sertifikasi Intan Safety

Pengawas Scaffolding
Offline Sertifikasi BNSP

Pengawas Scaffolding

3 Hari

Pelatihan bagi seorang pengawas pengerjaan scaffolding/perancah bangunan sehingga dalam pengerjaan dapat berjalan baik dengan mengikuti prinsip dari keselamatan dan kesehatan kerja. Pengerjaan konstruksi memiliki risiko tinggi terkait kecelakaan kerja, salah satunya pemasangan dan pembongkaran scaffolding yang perlu dilakukan pengawasan. Dari hal tersebut, maka seorang pengawas harus memiliki kompetensi yang baik sehingga pengerjaan operator scaffolding yang diawasi benar-benar sesuai dengan ketentuan terkait pengerjaan perancah.

Lihat Detail Kelas
Pengawas Operasi Utama (POU)
Offline Sertifikasi BNSP

Pengawas Operasi Utama (POU)

3 Hari

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat dunia pertambangan berlomba – lomba melakukan efisiensi dalam meningkatkan produktivitas dengan menggunakan alat – alat produksi yang semakin komplek. Untuk mendukung kegiatan pertambangan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku diperlukan sumber daya manusia yang berkompeten, salah satu kompetensi pertambangan mineral dan batu bara adalah Pengawas Operasional Utama Pengawas operasional utama adalah seseorang yang tugas dan tanggung jawabnya membawahi level Middle Management dalam wilayah perusahaan pertambangan sesuai dengan Keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/djg/2003 tentang kompetensi pengawas operasional pada perusahaan pertambangan mineral dan batu bara serta panas bumi.

Lihat Detail Kelas
Pengawas Operasi Pertama (POP)
Offline Sertifikasi BNSP

Pengawas Operasi Pertama (POP)

3 Hari

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat dunia pertambangan berlomba – lomba melakukan efisiensi dalam meningkatkan produktivitas dengan menggunakan alat – alat produksi yang semakin komplek. Untuk mendukung kegiatan pertambangan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku diperlukan sumber daya manusia yang berkompeten, salah satu kompetensi pertambangan mineral dan batu bara adalah Pengawas Operasional Pertama. Pengawas operasional pertama adalah seseorang yang tugas dan tangung jawabnya membawahi langsung para karyawan tingkat pelaksana atau yang lebih dikenal dengan Frontliner Supervisor dalam wilayah perusahaan pertambangan sesuai dengan Keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/djg/2003 tentang kompetensi pengawas operasional pada perusahaan pertambangan mineral dan batu bara serta panas bumi.

Lihat Detail Kelas
Pengawas Operasi Madya (POM)
Offline Sertifikasi BNSP

Pengawas Operasi Madya (POM)

3 Hari

Peran pengawas operasional madya sebagai pengawas tingkat manajemen menengah (middle management) adalah bertanggung jawab dalam pengelolaan K3 dan lingkungan pertambangan sehingga perlu diberikan pembekalan agar kompeten dalam melakukan pengawasan tingkat manajemen menengah. Untuk dapat diangkat sebagai pengawas operasional tingkat madya sesuai dengan Keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/DJG/2003 tentang Kompetensi Pengawas Operasional pada perusahaan pertambangan mineral dan batubara seseorang harus memiliki sertifikat kompetensi yang diperoleh melalui uji kompetensi.

Lihat Detail Kelas
Paramedis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Muda
Offline Sertifikasi BNSP

Paramedis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Muda

3 Hari

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah elemen penting dalam setiap kegiatan pekerjaan yang bertujuan mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan efisien. Untuk menerapkannya, diperlukan tenaga ahli yang memiliki keahlian khusus dalam mengelola risiko pekerjaan, terutama di bidang medis atau paramedis K3. Salah satu bukti pengakuan atas kompetensi ini adalah sertifikasi resmi dari lembaga nasional seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Skema Paramedis K3 Muda dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri akan tenaga kesehatan kerja yang tidak hanya menguasai ilmu medis tetapi juga mengerti prinsip K3 secara menyeluruh. Peran mereka meliputi pemberian layanan kesehatan dasar di tempat kerja, pendeteksian risiko kesehatan, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta pemantauan kondisi kerja yang berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Seiring meningkatnya kesadaran akan budaya K3 dan tuntutan hukum seperti Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja, kehadiran tenaga tersertifikasi menjadi suatu keharusan. Sertifikasi BNSP menjamin bahwa seseorang telah memenuhi standar kompetensi nasional dan siap berkontribusi secara profesional di bidang K3.

Lihat Detail Kelas
Operator Scaffolding
Offline Sertifikasi BNSP

Operator Scaffolding

3 Hari

Operator Scaffolding. Pelaksanaan pekerjaan di ketinggian yang menggunakan sarana bantu berupa scaffolding atau perancah yang memiliki resiko terjadinya kecelakaan kerja yang berdampak pada terhambatnya proses pekerjaan konstruksi. untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja pekerjaan pemasangan, perawatan, pemeliharaan dan pembongkaran scaffolding atau perancah di tempat kerja diwajibkan memiliki Teknisi perancah yang mempunyai kemampuan dan keterampilan yang memadai. Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan pekerjaan teknisi dan pengawasan pekerjaan scaffolding atau perancah secara aman di tempat kerja, perlu adanya pembinaan sesuai kepdirjen pembinaan pengawasan ketenagakerjaan no.KEP.20/DJPPK/VI/2004 tentang Kompetensi, kurikulum dan syarat peserta bimbingan teknisi dan pengawas sertifikasi K3 scaffolding atau perancah.

Lihat Detail Kelas
Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Offline Sertifikasi BNSP

Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3 Hari

Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah tenaga kerja yang berperan langsung dalam pelaksanaan kegiatan K3 di lingkungan kerja, termasuk pemantauan kondisi kerja, identifikasi potensi bahaya, serta pelaporan dan penanganan awal terhadap insiden. Dalam dunia industri yang kompleks dan penuh risiko, kehadiran operator K3 menjadi sangat vital untuk memastikan bahwa prosedur keselamatan dijalankan dengan benar di tingkat operasional. Mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan karyawan dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif. Sertifikasi bagi Operator K3 sangat penting karena menjamin bahwa tenaga kerja tersebut memiliki kompetensi teknis dan pemahaman yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Operator K3 yang tersertifikasi dapat menjalankan tugasnya secara profesional, sesuai regulasi, dan mampu beradaptasi terhadap situasi darurat di tempat kerja. Sertifikasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengelolaan K3 di perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi tenaga kerja dalam menghadapi persaingan kerja nasional maupun global.

Lihat Detail Kelas
Operator K3 Industri Migas
Offline Sertifikasi BNSP

Operator K3 Industri Migas

3 Hari

Pelatihan Ahli K3 Utama Pertambangan Sertifikasi BNSP merupakan pelatihan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM No: Kep.157/MEN/III/2010. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan K3 pada level manajerial di industri pertambangan. Dengan kompetensi yang diperoleh, peserta diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja melalui program pengendalian, monitoring, dan evaluasi yang efektif. Selain itu, pelatihan ini membekali tenaga kerja dengan perspektif dan keterampilan yang lebih baik dalam mengidentifikasi bahaya, menganalisis risiko, serta mengimplementasikan program-program K3 yang berkelanjutan di lingkungan pertambangan

Lihat Detail Kelas
Operator Boiler
Offline Sertifikasi BNSP

Operator Boiler

3 Hari

Dalam era industri yang kompetitif, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi aspek yang sangat diperhitungkan oleh perusahaan sebagai indikator kesejahteraan tenaga kerja dan jaminan mutu dalam proses produksi. Implementasi K3 tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap produktivitas dan efisiensi perusahaan. Salah satu perangkat vital dalam industri adalah pesawat uap atau ketel uap (boiler), yang berfungsi menghasilkan energi panas untuk berbagai proses produksi. Penggunaan boiler, yang memiliki risiko tinggi, membutuhkan penanganan yang aman, efektif, efisien, dan menyeluruh, baik dalam pengoperasian maupun dalam pemeriksaan teknisnya. Pentingnya pengoperasian boiler oleh tenaga kerja yang kompeten telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Untuk menjamin keselamatan kerja dan efisiensi operasional, operator boiler wajib memiliki pengalaman kerja dan surat izin operasi, serta telah dinyatakan kompeten melalui sertifikasi resmi. Oleh karena itu, pelaksanaan sertifikasi kompetensi menjadi sangat penting sebagai pengakuan formal terhadap kemampuan teknis yang dimiliki oleh operator. Dengan demikian, sertifikasi ini tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM perusahaan.

Lihat Detail Kelas